KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Radio Kampus mengumumkan peluncuran Program Magang Jurnalistik Terpadu 2026 yang menggabungkan pembelajaran akademik dengan praktik langsung di lapangan. Inisiatif ini merupakan komitmen institusi untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang jurnalisme, media massa, dan komunikasi strategis dengan tetap mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah.
Program yang resmi diluncurkan pada Selasa, 31 Maret 2026, di Studio Produksi Unit Radio Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari ini menghadirkan inovasi dalam metode pembelajaran praktis mahasiswa Jurusan Komunikasi, Jurnalisme, dan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Melalui platform radio kampus yang telah beroperasi sejak tahun 2018, mahasiswa akan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan jurnalistik modern sambil menjunjung tinggi prinsip-prinsip etika profesi dan nilai-nilai moral Islam.
Latar Belakang dan Motivasi Peluncuran Program
Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Sulawesi Tenggara, telah secara konsisten berupaya menghadirkan program-program akademik yang relevan dengan kebutuhan industri media lokal dan nasional. Keputusan untuk meluncurkan Program Magang Jurnalistik Terpadu ini berangkat dari evaluasi mendalam terhadap kurikulum yang ada dan masukan dari para alumni yang telah berkecimpung di industri media.
“Kami melihat bahwa mahasiswa kami membutuhkan lebih dari sekadar pembelajaran teori di kelas. Mereka perlu pengalaman langsung dalam memproduksi konten, mengelola studio radio, dan memahami dinamika industri media yang sangat kompetitif saat ini,” ungkap Dr. H. Suparto, M.Pd., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam acara peluncuran program pada minggu lalu.
Unit Radio Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari sendiri telah membuktikan eksistensinya sebagai medium pembelajaran yang efektif. Dengan call sign RMK FM 101.2, radio ini tidak hanya mengudara untuk kalangan internal kampus, tetapi juga menjangkau komunitas Kendari dengan berbagai program unggulan yang edukatif dan menghibur. Frekuensi radio ini telah menjadi pilihan pendengar setia yang menghargai konten berkualitas dengan sentuhan nilai-nilai pendidikan.
Struktur dan Metode Program Magang Jurnalistik Terpadu
Program Magang Jurnalistik Terpadu dirancang untuk melayani mahasiswa mulai dari semester empat hingga semester enam, mencakup tiga tingkatan: Level Dasar, Level Menengah, dan Level Lanjut. Setiap level memiliki durasi enam minggu dengan intensitas kegiatan yang disesuaikan dengan kompetensi mahasiswa.
Pada Level Dasar, peserta akan mempelajari dasar-dasar jurnalisme radio, teknik wawancara, penulisan berita, dan penguasaan peralatan studio. Para magang akan didampingi oleh producer dan host berpengalaman yang selama ini telah menjalankan berbagai program unggulan di RMK FM 101.2. Mereka akan terlibat langsung dalam proses produksi program reguler sambil secara bertahap ditugaskan membuat segmen berita mini yang disiarkan pada program khusus magang.
“Di level ini, kami fokus pada building block atau fondasi yang kuat. Mahasiswa harus memahami prinsip-prinsip dasar komunikasi radio, cara berbicara di depan mikrofon tanpa gugup, dan bagaimana merencanakan sebuah program dengan matang,” jelas Ir. Yusuf Rahman, S.H., M.Si., Kepala Unit Radio Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam wawancara eksklusif.
Level Menengah lebih menekankan pada pengembangan keterampilan editing, pengelolaan konten multimedia, dan pemahaman tentang algoritma media sosial dalam konteks penyiaran radio. Peserta akan belajar bagaimana mengintegrasikan platform digital seperti Instagram, TikTok, dan YouTube dengan konten radio yang diproduksi. Ini penting mengingat tren konsumsi media saat ini semakin bergerak ke arah digital dan multiplatform.
Sementara itu, Level Lanjut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengambil peran sebagai producer independen, mengelola satu program radio secara mandiri, dan bahkan mengembangkan format program baru yang inovatif. Para peserta pada level ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kreatif yang signifikan terhadap peningkatan kualitas dan daya tarik program-program RMK FM 101.2.
Integrasi Nilai-Nilai Islam dan Muhammadiyah
Aspek yang membedakan Program Magang Jurnalistik Terpadu di Universitas Muhammadiyah Kendari dengan program sejenis di institusi lain adalah integrasi sistematis nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah dalam setiap aspek pembelajaran praktis. Program ini tidak hanya mengajarkan teknik jurnalistik modern, tetapi juga menekankan pentingnya etika jurnalistik yang sejalan dengan ajaran Islam.
Peserta program akan mengikuti sesi khusus yang membahas “Jurnalisme Islami: Antara Profesionalisme dan Tanggung Jawab Moral.” Dalam sesi ini, mereka akan mempelajari bagaimana menyampaikan informasi dengan akurat dan adil, menghindari penyebaran berita hoaks yang dapat merugikan banyak orang, serta memastikan bahwa setiap konten yang diproduksi tidak bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman.
“Muhammadiyah selalu mengajarkan kami untuk menggunakan ilmu dan kemampuan kita untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Dalam konteks jurnalisme, ini berarti kami harus menjadi corong suara yang jujur dan bertanggung jawab. Mahasiswa kami harus memahami bahwa setiap kalimat yang mereka tuliskan atau ucapkan di udara memiliki dampak terhadap publik,” tegas Dr. H. Suparto, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari.
Unit Radio Kampus juga secara rutin memproduksi program khusus bertajuk “Khazanah Islam” yang menampilkan tokoh-tokoh akademis, ulama, dan pemimpin masyarakat lokal membahas isu-isu kontemporer dari perspektif Islam. Program ini menjadi salah satu yang paling dinanti-nantikan oleh pendengar setia RMK FM 101.2 di Kendari.
Fasilitas dan Dukungan Infrastruktur
Kesuksesan Program Magang Jurnalistik Terpadu didukung oleh infrastruktur modern yang telah diinvestasikan universitas untuk Unit Radio Kampus. Studio produksi yang direnovasi pada akhir tahun 2025 ini dilengkapi dengan peralatan broadcasting terkini, termasuk mixing console digital, microphone kondensor berkualitas profesional, dan sistem manajemen audio yang terintegrasi dengan teknologi cloud untuk kemudahan akses dan kolaborasi.
Selain itu, unit ini juga memiliki studio kedua yang khusus didesain untuk pembelajaran dan eksperimen mahasiswa, memungkinkan mereka untuk berlatih tanpa khawatir mengganggu proses produksi program reguler. Laboratorium multimedia yang berdekatan juga menyediakan fasilitas editing video dan audio profesional yang dapat diakses oleh peserta magang.
“Kami percaya bahwa mahasiswa tidak akan dapat belajar jurnalisme modern jika hanya mengandalkan teori. Mereka perlu tangan langsung menyentuh peralatan, mencoba berbagai teknik, membuat kesalahan, dan belajar dari kesalahan tersebut. Itulah mengapa kami investasi cukup besar dalam memperbarui fasilitas ini,” ujar Ir. Yusuf Rahman dengan bangga.
Respons Mahasiswa dan Antusiasme Pendaftaran
Sejak pengumuman resmi Program Magang Jurnalistik Terpadu pada pertengahan Maret 2026, antusiasme mahasiswa sangat luar biasa. Dalam periode pendaftaran awal selama dua minggu, lebih dari 150 mahasiswa telah mendaftarkan diri, jauh melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak 80 peserta untuk gelombang pertama.
“Kami terpaksa membuka beberapa slot tambahan karena tingginya minat mahasiswa. Ini menunjukkan bahwa memang ada kebutuhan nyata dari kalangan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman praktis yang berkualitas,” kata Syamsul Arifin, S.Kom., M.Kom., Koordinator Program Magang Jurnalistik Terpadu.
Rafi Akbar, mahasiswa semester lima Jurusan Komunikasi, menyatakan kesenangannya atas diluncurkannya program ini. “Saya sangat senang ada kesempatan seperti ini. Saya sudah lama ingin belajar bagaimana cara membuat program radio yang baik, dan sekarang ada struktur formal yang mendukung pembelajaran saya. Selama ini saya hanya coba-coba sendiri,” ungkapnya antusias.
Sementara itu, Nur Fitriah, mahasiswa semester empat Jurusan Jurnalistik, menambahkan, “Yang saya hargai adalah bahwa program ini tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga mengajarkan tanggung jawab moral sebagai komunikator. Ini selaras dengan visi saya untuk menjadi jurnalis yang tidak hanya profesional tetapi juga memiliki hati nurani yang kuat.”
Rencana Pengembangan Jangka Panjang
Dalam roadmap lima tahun ke depan, Unit Radio Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari merencanakan beberapa pengembangan signifikan yang akan memperkuat posisinya sebagai lembaga pembelajaran media broadcasting terdepan di Sulawesi Tenggara. Rencana ini mencakup pengembangan studio television untuk program video broadcast, pelatihan khusus dalam podcast production, dan kerjasama dengan stasiun radio profesional di tingkat nasional.
“Kami tidak hanya ingin menghasilkan lulusan yang terampil dalam teknik, tetapi juga menghasilkan pemimpin media yang visioner dan berkarakter. Dalam lima tahun ke depan, saya ingin melihat alumni Program Magang Jurnalistik Terpadu ini tersebar di berbagai media massa profesional, baik lokal maupun nasional, membawa nilai-nilai yang telah mereka pelajari di sini,” jelas Dr. H. Suparto, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dengan visi yang jelas.
Unit Radio Kampus juga sedang mengeksplorasi kemungkinan untuk membuka kesempatan magang bagi mahasiswa dari universitas lain di Kendari dan sekitarnya, sebagai bagian dari komitmen untuk berkontribusi pada pengembangan industri media lokal yang lebih profesional dan berstandar tinggi.
Dampak Terhadap Industri Media Lokal
Peluncuran Program Magang Jurnalistik Terpadu ini diharapkan memberikan dampak positif bagi ekosistem media lokal Kendari. Dengan meningkatnya jumlah talenta muda yang terlatih dengan baik, stasiun radio dan media lainnya di Kendari akan memiliki akses ke pool talent yang lebih besar dan berkualitas. Ini pada gilirannya akan mendorong kompetisi sehat dan peningkatan standar industri secara keseluruhan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari, Drs. Hendra Wijaya, M.Si., menyambut baik inisiatif ini. “Program seperti ini sangat dibutuhkan untuk mengembangkan sumber daya manusia di bidang media dan komunikasi. Kami berharap mahasiswa yang lulus dari program ini dapat berkontribusi tidak hanya untuk industri media, tetapi juga untuk pembangunan informasi yang lebih baik bagi masyarakat Kendari,” katanya dalam sebuah diskusi informal.
Penutup
Program Magang Jurnalistik Terpadu yang diluncurkan oleh Unit Radio Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari pada akhir Maret 2026 ini merepresentasikan komitmen institusi untuk terus berinovasi dalam pembelajaran praktis mahasiswa. Dengan menggabungkan infrastruktur modern, tenaga pengajar berpengalaman, dan integrasi nilai-nilai Islam yang kuat, program ini siap mencetak generasi jurnalis profesional yang tidak hanya terampil secara teknis tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi.
Mahasiswa yang mengikuti program ini akan mendapatkan pengalaman berharga yang tidak dapat diperoleh dari pembelajaran kelas tradisional saja. Mereka akan belajar bekerja dalam tim, menangani tekanan deadline, membuat keputusan kreatif di bawah pengawasan mentor berpengalaman, dan yang terpenting, memahami tanggung jawab mereka sebagai komunikator publik.
Seiring dengan berjalannya program ini, Universitas Muhammadiyah Kendari akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian untuk memastikan bahwa Program Magang Jurnalistik Terpadu tetap relevan dengan perkembangan industri media yang terus berubah. Dengan semangat pembelajaran berkelanjutan dan komitmen terhadap keunggulan akademik, institusi ini membuktikan bahwa kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga pusat pengembangan talenta yang siap bersaing di tingkat regional dan nasional.
Bagi mahasiswa yang tertarik, pendaftaran untuk gelombang pertama Program Magang Jurnalistik Terpadu masih dibuka hingga 15 April 2026. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Unit Radio Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari atau mengunjungi website resmi universitas.
—
Artikel ini ditulis oleh Tim Jurnalisme Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Humas Universitas Muhammadiyah Kendari.