KENDARI – Unit Radio Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari (UMKD) kembali membuktikan dedikasi dan kompetensinya di tingkat nasional. Dua mahasiswa berbakat dari unit ini, Reza Muhammad Pratama (22 tahun, Jurusan Ilmu Komunikasi) dan Siti Nur Azizah (21 tahun, Jurusan Broadcasting), berhasil meraih penghargaan Jurnalis Muda Terbaik Nasional kategori Radio pada ajang Anugerah Jurnalis Muda Indonesia (AJMI) tahun 2026 yang diselenggarakan Dewan Pers dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Pencapaian luar biasa ini menjadi momentum istimewa bagi Universitas Muhammadiyah Kendari, yang secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan berkualitas tinggi di bidang jurnalisme dan media massa. Penghargaan yang diterima pada tanggal 1 April 2026 di Jakarta menjadi bukti nyata bahwa inovasi, dedikasi, dan kerja keras mahasiswa UMKD mampu bersaing di panggung nasional.
### Latar Belakang Pencapaian
Unit Radio Kampus UMKD, yang dikenal dengan sebutan “Radio Kampus 105.5 FM Kendari,” telah menjadi wadah pengembangan diri bagi ratusan mahasiswa sejak didirikan pada tahun 2010. Sebagai media informatif internal kampus, radio kampus ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga platform pembelajaran praktis bagi mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi dan Broadcasting.
Reza Muhammad Pratama, yang merupakan Direktur Berita Unit Radio Kampus UMKD selama dua tahun terakhir, berhasil memenangkan kategori “Liputan Investigatif Terbaik” dengan karya jurnalistiknya berjudul “Suara Nelayan Kendari: Kisah Perjuangan di Balik Krisis Ekonomi Maritim.” Liputan mendalam ini menggali kisah-kisah autentik dari nelayan lokal yang terdampak perubahan kebijakan perikanan nasional, disajikan melalui format feature radio yang menarik dan berbobot.
Sementara itu, Siti Nur Azizah, yang bertugas sebagai Producer dan Penyiar Program Utama, meraih penghargaan “Inovasi Program Radio Terbaik” atas pengembangan program interaktif bernama “Suara Mahasiswa Sultra,” sebuah platform diskusi mingguan yang menghadirkan isu-isu sosial, pendidikan, dan kesehatan yang relevan dengan kehidupan mahasiswa dan masyarakat Sulawesi Tenggara.
### Perjalanan Menuju Penghargaan Nasional
Perjalanan menuju penghargaan bergengsi ini bukan tanpa tantangan. Reza mengungkapkan bahwa proses riset untuk liputan investigatifnya memakan waktu lebih dari empat bulan, melibatkan wawancara dengan lebih dari 50 nelayan dan stakeholder di Kendari, Baubau, dan Kolaka.
“Awalnya saya hanya ingin membuat laporan sederhana tentang kehidupan nelayan, tetapi semakin dalam saya menggali, saya menyadari ada cerita yang lebih kompleks tentang bagaimana kebijakan makro berdampak pada kehidupan mereka. Setiap wawancara membuka perspektif baru, dan saya merasa terpanggil untuk menceritakan kisah-kisah ini dengan cara yang paling bermakna,” ujar Reza dalam wawancara eksklusif dengan media kampus pada Rabu (2 April 2026) pukul 14.00 WITA.
Siti Nur Azizah juga menceritakan tantangan dalam mengembangkan program inovatifnya. Menurutnya, ide awal program “Suara Mahasiswa Sultra” lahir dari pengamatan bahwa media massa lokal jarang memberikan ruang kepada mahasiswa untuk berdiskusi tentang isu-isu kritis.
“Saya percaya bahwa mahasiswa memiliki perspektif unik tentang berbagai isu. Kami adalah generasi yang tumbuh dengan akses informasi tinggi, namun juga menghadapi tantangan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Program ini dirancang untuk menjadi jembatan antara pemikiran akademis dan realitas sosial,” jelas Siti dalam perbincangan yang sama.
### Dukungan Institusi dan Mentor
Kesuksesan kedua mahasiswa ini tidak terlepas dari dukungan penuh Universitas Muhammadiyah Kendari dan mentor mereka di Unit Radio Kampus. Dr. H. Bahrun Sura, M.Si., Rektor UMKD, memuji dedikasi dan kerja keras kedua mahasiswa tersebut.
“Penghargaan yang diraih Reza dan Siti bukan hanya milik mereka pribadi, tetapi representasi dari komitmen UMKD dalam mengembangkan talenta muda di bidang media dan jurnalisme. Kami sangat bangga karena prestasi ini menunjukkan bahwa universitas kami mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif dan inovatif di tingkat nasional,” ujar Rektor Bahrun dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi pada Rabu sore.
Lebih lanjut, Rektor menyatakan bahwa universitas akan terus mendukung pengembangan Unit Radio Kampus sebagai laboratorium praktik bagi mahasiswa. “Kami akan meningkatkan alokasi dana operasional Unit Radio Kampus dan memberikan pelatihan berkelanjutan kepada semua mahasiswa yang terlibat di dalamnya,” tambahnya.
Sementara itu, Dra. Rina Hutomo, M.Pd., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMKD, mengakui bahwa pencapaian ini memotivasi para dosen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran praktis.
“Kami berkomitmen untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendukung kreativitas dan inovasi mahasiswa. Prestasi Reza dan Siti membuktikan bahwa kurikulum dan metode pembelajaran yang kami terapkan sudah pada jalur yang tepat. Namun, kami juga terus berinovasi untuk memastikan setiap mahasiswa mendapatkan kesempatan maksimal dalam mengembangkan potensi mereka,” kata Rina pada diskusi internal UMKD pada hari yang sama.
Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada pembimbing langsung Reza dan Siti, yaitu Budi Santoso, S.Kom., M.I.Kom., yang merupakan Kepala Unit Radio Kampus UMKD. Budi dinilai telah memberikan bimbingan profesional dan dukungan moral yang signifikan.
“Budi Santoso adalah mentor yang luar biasa. Beliau tidak hanya mengajarkan teknis jurnalisme radio, tetapi juga menanamkan nilai-nilai etika jurnalisme yang kuat. Setiap umpan balik yang beliau berikan selalu membangun dan konstruktif,” tutur Reza ketika ditanya tentang peran mentornya.
### Dampak bagi Kampus dan Program Studi
Prestasi ini diproyeksikan akan membawa dampak signifikan bagi Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Program Studi Ilmu Komunikasi dan Unit Radio Kampus. Pertama, penghargaan ini akan meningkatkan reputasi akademik universitas di tingkat nasional, terutama dalam bidang jurnalisme dan media.
“Penghargaan dari Dewan Pers adalah sertifikasi independen tentang kualitas pendidikan kami. Ini akan menarik calon mahasiswa yang serius tentang bidang jurnalisme dan komunikasi untuk bergabung dengan UMKD,” ujar Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Rina Hutomo.
Kedua, prestasi ini akan menginspirasi mahasiswa lain di Unit Radio Kampus untuk terus berinovasi dan menghasilkan karya berkualitas. Rektor Bahrun mengungkapkan bahwa universitas akan mengadakan showcase karya mahasiswa setiap bulan untuk membangun budaya apresiasi terhadap kreativitas.
“Kami ingin menciptakan ekosistem di mana setiap mahasiswa merasa ide dan karya mereka dihargai. Penghargaan yang diterima Reza dan Siti adalah contoh nyata bahwa kerja keras dapat membawa hasil nyata,” katanya.
Ketiga, pencapaian ini diharapkan dapat membuka peluang kerjasama dengan media massa lokal dan nasional. Budi Santoso, Kepala Unit Radio Kampus, mengungkapkan bahwa universitas sedang dalam proses negosiasi dengan beberapa stasiun radio regional untuk program magang dan mentoring.
“Prestasi Reza dan Siti memperkuat posisi kami dalam dialog dengan industri media. Kami berharap dapat membuka jalur karir yang lebih luas bagi lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi UMKD,” tuturnya dengan optimisme yang tinggi.
### Respons Mahasiswa dan Akademisi
Pencapaian Reza dan Siti mendapat sambutan hangat dari seluruh mahasiswa UMKD. Beberapa mahasiswa angkatan bawah mengatakan bahwa mereka terinspirasi untuk bergabung dengan Unit Radio Kampus setelah mendengar berita ini.
“Saya sangat ingin mengikuti jejak Reza dan Siti. Melihat mereka meraih penghargaan nasional membuktikan bahwa kami tidak perlu keluar dari Kendari untuk bisa berprestasi tinggi. Kami bisa membangun karir media yang gemilang dari kampus sendiri,” kata Fajar Rachman, mahasiswa angkatan 2024 Program Studi Ilmu Komunikasi.
Akademisi dari universitas lain juga merespons positif pencapaian ini. Dr. Surya Wicaksono, M.Si., Dosen Jurnalisme dari Universitas Hasanuddin Makassar, menilai karya Reza tentang liputan investigatif sebagai contoh jurnalisme berkualitas yang memadukan rigor akademis dengan akesibilitas media.
“Liputan Reza mengenai nelayan Kendari adalah contoh bagus dari investigative journalism yang bermakna. Dia tidak hanya mengumpulkan fakta, tetapi juga menghadirkan narasi yang humanis dan resonan dengan audiens. Ini adalah standar yang seharusnya kami ajarkan kepada mahasiswa jurnalisme di seluruh Indonesia,” tuturnya dalam email respons yang diterima universitas.
### Penutup: Harapan ke Depan
Melihat pencapaian Reza Muhammad Pratama dan Siti Nur Azizah, Universitas Muhammadiyah Kendari memasuki era baru dalam perjalanan akademiknya. Prestasi ini bukan akhir dari cerita, tetapi awal dari komitmen yang lebih dalam untuk menghasilkan lulusan berkualitas tinggi yang mampu berkontribusi pada kemajuan media dan jurnalisme Indonesia.
Reza sendiri merencanakan melanjutkan studi lanjutan di bidang jurnalisme investigatif, sementara Siti berminat untuk mengembangkan platform media digital yang lebih inklusif untuk suara-suara lokal.
“Penghargaan ini memberikan saya kepercayaan diri bahwa apa yang saya lakukan memiliki nilai. Namun, saya juga sadar bahwa ini adalah awal. Saya berkomitmen untuk terus menghasilkan karya jurnalistik yang bermakna dan berkontribusi pada pendidikan jurnalisme di Indonesia,” ujar Reza dengan penuh semangat.
Siti menambahkan, “Saya berharap program yang kami kembangkan bisa menjadi model bagi radio kampus lain di Indonesia untuk memberikan ruang bagi suara-suara yang selama ini diabaikan oleh media mainstream.”
Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui berbagai inisiatif strategis dan dukungan berkelanjutan terhadap mahasiswa berbakat, terus membuktikan posisinya sebagai institusi pendidikan yang serius dalam mengembangkan talenta media dan jurnalisme. Dengan penghargaan ini, UMKD tidak hanya merayakan kesuksesan dua mahasiswanya, tetapi juga mengundang komunitas akademik nasional untuk mengakui kontribusi Kendari dalam lanskap media Indonesia yang terus berkembang.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan pengumpulan informasi dari berbagai narasumber internal dan eksternal Universitas Muhammadiyah Kendari pada tanggal 2 April 2026. Redaksi berterima kasih atas dukungan dan kerjasama semua pihak dalam proses penulisan artikel ini.