KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Radio Kampus mengumumkan peluncuran program akademik terintegrasi yang menggabungkan pembelajaran teori jurnalisme dengan praktik siaran langsung. Program inovatif ini dilaksanakan pada Rabu, 16 April 2026, bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang komunikasi massa dan jurnalistik modern.
Inisiatif pembelajaran berbasis media massa ini menjadi respons positif terhadap kebutuhan industri media yang terus berkembang. Mahasiswa Program Studi Jurnalisme dan Komunikasi Universitas Muhammadiyah Kendari kini memiliki laboratorium praktik yang lebih komprehensif, tidak hanya melalui media cetak dan digital, tetapi juga melalui siaran audio yang menjangkau komunitas akademik lebih luas.
### Latar Belakang dan Urgensi Program
Perkembangan teknologi informasi telah mengubah lanskap industri media Indonesia secara drastis. Radio masih tetap relevan sebagai medium komunikasi yang powerful, terutama di era konvergensi media. Kesadaran ini mendorong pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari untuk mengoptimalkan peran Unit Radio Kampus sebagai sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa.
“Kami percaya bahwa radio masih menjadi medium yang sangat penting, terutama di daerah-daerah seperti Kendari. Dengan meluncurkan program pembelajaran berbasis media massa ini, kami ingin memastikan bahwa lulusan kami siap terjun ke industri media dengan keterampilan yang komprehensif,” ujar Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Hasanuddin M., M.T., dalam sambutannya pada acara peluncuran program.
Sebelumnya, Unit Radio Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari beroperasi lebih sebagai medium hiburan dan informasi internal kampus. Dengan program baru ini, radio kampus diharapkan dapat menjadi pusat pelatihan jurnalistik yang serius dan terstruktur, melibatkan dosen pengampu dan mahasiswa dalam kolaborasi aktif.
### Struktur dan Komponen Program Pembelajaran
Program pembelajaran berbasis media massa yang diluncurkan mencakup beberapa komponen utama yang dirancang secara sistematis. Pertama adalah kelas teori yang mengintegrasikan standar jurnalisme profesional dengan praktik radio broadcasting. Mahasiswa akan mempelajari teknik interviewing, newswriting untuk radio, pemahaman tentang audience, dan etika jurnalisme dalam konteks medium audio.
Komponen kedua adalah praktik langsung di studio radio kampus. Setiap mahasiswa akan mendapatkan kesempatan untuk menjadi broadcaster, produser, editor, dan reporter. Mereka akan membuat konten original, mulai dari berita kampus, feature, hingga talk show edukatif yang disesuaikan dengan kebutuhan pendengar.
“Kami telah menyiapkan jadwal siaran khusus untuk program pembelajaran ini. Setiap minggu, ada slot siaran yang didedikasikan untuk menampilkan karya-karya mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi langsung merasakan bagaimana menjadi seorang jurnalis radio profesional,” jelas Kepala Unit Radio Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, Drs. Bambang Sutrisno, M.Comm.
Komponen ketiga melibatkan mentoring dari praktisi media profesional. Universitas telah menjalin kerjasama dengan beberapa stasiun radio lokal dan nasional untuk memberikan bimbingan kepada mahasiswa. Praktisi ini akan secara berkala mengadakan workshop dan sesi tanya jawab dengan mahasiswa.
### Infrastruktur dan Fasilitas Pendukung
Dalam rangka mendukung pelaksanaan program, Universitas Muhammadiyah Kendari telah melakukan upgrade signifikan terhadap fasilitas Unit Radio Kampus. Investasi sebesar 850 juta rupiah telah dialokasikan untuk pembaruan peralatan broadcasting, termasuk microphone profesional, mixing console terkini, dan software editing audio berkualitas tinggi.
“Studio kami sekarang dilengkapi dengan teknologi terbaru. Kami memiliki dua studio produksi dengan soundproofing yang baik, ruang editing yang modern, dan sistem archiving digital yang canggih. Semua ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang mirip dengan standar industri profesional,” ungkap Bambang Sutrisno dengan bangga.
Selain infrastruktur fisik, Universitas juga menyediakan Learning Management System (LMS) khusus untuk program ini. Mahasiswa dapat mengakses materi pembelajaran, submit tugas, dan mendapatkan feedback dari dosen melalui platform digital yang user-friendly.
### Kurikulum dan Metode Pembelajaran
Kurikulum program pembelajaran berbasis media massa ini dirancang oleh tim akademisi yang berpengalaman. Dr. Siti Nurhaliza, S.S., M.A., Ketua Program Studi Jurnalisme dan Komunikasi, menjelaskan bahwa kurikulum ini menggabungkan literasi media, keterampilan teknis, dan pemahaman mendalam tentang peran media dalam masyarakat.
“Kami ingin mahasiswa kami tidak hanya menguasai teknik broadcasting, tetapi juga memahami tanggung jawab sosial mereka sebagai jurnalis. Oleh karena itu, kami mengintegrasikan mata kuliah ethics, media literacy, dan research methods ke dalam program ini,” kata Dr. Siti dalam wawancara khusus.
Metode pembelajaran menggunakan pendekatan blended learning yang menggabungkan ceramah tatap muka, praktik langsung, pembelajaran berbasis proyek, dan self-directed learning. Mahasiswa akan mengerjakan project jangka panjang seperti produksi podcast mingguan atau series feature mendalam yang ditayangkan melalui radio kampus.
Selain itu, program ini juga mengintegrasikan kegiatan magang dengan stasiun radio lokal. Mahasiswa semester akhir akan melakukan magang intensif selama satu semester, memberikan mereka pengalaman real-world yang berharga sebelum memasuki industri.
### Respons Mahasiswa dan Stakeholder
Peluncuran program ini mendapatkan sambutan positif dari kalangan mahasiswa. Rizka Amelia, mahasiswa semester lima Program Studi Jurnalisme, mengungkapkan antusiasmenya terhadap inisiatif ini.
“Saya sangat excited dengan program ini. Akhirnya kami punya kesempatan untuk belajar dan langsung praktik dengan peralatan yang profesional. Saya ingin fokus di radio journalism, dan program ini adalah platform yang sempurna untuk mengembangkan skill saya,” kata Rizka dengan antusias.
Respons positif juga datang dari industri media lokal. Direktur Utama PT. Radio Kendari Sejahtera, Budi Hartono, menyambut baik kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Kendari.
“Kami sangat appreciate inisiatif Universitas Muhammadiyah Kendari ini. Industri media membutuhkan tenaga kerja yang terampil dan siap pakai. Dengan adanya program pembelajaran seperti ini, kami optimis akan mendapatkan calon karyawan yang sudah memiliki pengalaman praktis yang solid,” ujar Budi Hartono.
Organisasi Wartawan Indonesia (OWI) cabang Kendari juga memberikan dukungan moral. Ketua OWI Kendari, Joko Prasetyo, mengatakan bahwa program ini sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas jurnalisme lokal.
“Kami apresiasi upaya Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menghasilkan jurnalis-jurnalis berkualitas. Jurnalisme lokal membutuhkan rejuvenasi dengan talenta-talenta muda yang berdedikasi. Program ini adalah langkah yang sangat tepat,” tambah Joko Prasetyo.
### Dampak Jangka Panjang dan Visi Universitas
Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki visi jangka panjang melalui program ini. Selain meningkatkan kualitas lulusan, universitas juga ingin memposisikan diri sebagai pusat pembelajaran media massa yang terkemuka di Sulawesi Tenggara.
“Kami berencana untuk mengembangkan program ini ke level yang lebih tinggi. Ke depannya, kami ingin membuka program pascasarjana dalam bidang media studies. Kami juga ingin membuat Unit Radio Kampus menjadi radio komunitas yang lebih inklusif, melibatkan masyarakat lokal,” ungkap Rektor Prof. Dr. Ir. Hasanuddin M., M.T.
Dampak praktis yang diharapkan adalah peningkatan employability lulusan. Dengan pengalaman praktis yang sudah dimiliki sejak masih kuliah, diharapkan mahasiswa dapat lebih cepat beradaptasi ketika bekerja di industri media profesional.
Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan engagement kampus. Radio kampus akan menjadi medium yang lebih hidup dan relevan bagi civitas akademika, mencerminkan kehidupan kampus yang dinamis.
### Tantangan dan Rencana Kedepannya
Meskipun optimis, pihak universitas juga mengakui berbagai tantangan yang mungkin dihadapi. Bambang Sutrisno mengakui bahwa sustainability program menjadi salah satu fokus utama.
“Kami perlu memastikan bahwa program ini dapat berjalan secara berkelanjutan. Kami sedang mengembangkan model bisnis untuk radio kampus, termasuk kemungkinan sponsorship dari institusi lokal dan konten berbayar yang dapat mendukung operasional,” jelas Bambang.
Tantangan lainnya adalah mempertahankan kualitas pembelajaran sambil mengelola beban kerja yang cukup berat. Untuk itu, universitas berencana merekrut instruktur praktik tambahan yang berpengalaman di industri media.
“Kami juga akan mengadakan pelatihan berkelanjutan untuk dosen pengampu program ini, memastikan mereka selalu update dengan perkembangan terkini di industri jurnalisme dan broadcasting,” tambahnya.
### Kesimpulan
Peluncuran program pembelajaran berbasis media massa oleh Unit Radio Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari pada 16 April 2026 menandai babak baru dalam pendidikan jurnalistik di universitas tersebut. Program ini bukan hanya sekadar inovasi akademik, tetapi juga komitmen universitas untuk menghasilkan profesional media yang berkompeten dan beretika.
Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, kurikulum yang terstruktur, dan kolaborasi dengan industri media, program ini memiliki potensi besar untuk menjadi model pembelajaran jurnalisme yang relevan dan praktis. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari kini memiliki kesempatan emas untuk mengembangkan keterampilan mereka di bidang jurnalisme radio, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas media lokal.
Seiring dengan terus berkembangnya ekosistem digital, kehadiran unit radio kampus yang dinamis dan terkelola secara profesional menjadi simbol komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari terhadap pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Ke depannya, harapan tertinggi adalah bahwa program ini dapat menghasilkan jurnalis-jurnalis berbakat yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan dedikasi terhadap fungsi media massa dalam masyarakat demokratis.
—
Redaksi menutup laporan ini dengan optimisme bahwa inisiatif Universitas Muhammadiyah Kendari ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan jurnalisme lokal dan nasional, serta memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan tinggi berkualitas di Indonesia.