KENDARI – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran praktis dan memberikan pengalaman industri yang komprehensif kepada mahasiswa, Unit Radio Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari telah menjalin kerjasama strategis dengan tiga stasiun radio komersial terkemuka dan lembaga penyiaran lokal di Sulawesi Tenggara. Kesepakatan ini ditandatangani pada hari Senin, 8 April 2026, di Aula Rektorat Kampus Unismuh Kendari, dan menandai langkah signifikan dalam mengintegrasikan dunia akademis dengan dunia industri media penyiaran.
Kerjasama yang melibatkan Stasiun Radio Kendari Ceria FM, Radio Sultra Sejati, dan Lembaga Penyiaran Komunitas Kendari (LPKK) ini akan mencakup beberapa aspek penting, mulai dari pelatihan teknis produksi siaran, mentoring karir, magang berbayar, hingga kolaborasi dalam produksi konten berita dan hiburan yang ditayangkan di berbagai platform media.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. H. Kasim Maupa, M.Sc., Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Dr. H. Syamsu Rahman, M.Si., ketiga pimpinan stasiun radio mitra, serta puluhan mahasiswa dan dosen dari Program Studi Penyiaran Kampus Unismuh Kendari.
Latar Belakang: Kebutuhan Terhadap Pendidikan Berbasis Industri
Keputusan Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjalin kerjasama dengan industri penyiaran ini lahir dari kesadaran mendalam bahwa pendidikan tinggi di era digital memerlukan sinergi yang kuat antara akademis dan praktik lapangan. Unit Radio Kampus Unismuh Kendari, yang telah beroperasi sejak 2015 dengan frekuensi 95.5 FM, selama ini telah menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa jurusan penyiaran dan komunikasi.
Namun, dalam survei yang dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Pembelajaran Universitas Muhammadiyah Kendari pada kuartal pertama 2026, ditemukan bahwa sebagian besar lulusan program studi penyiaran memerlukan waktu adaptasi yang cukup lama ketika memasuki dunia kerja industri. Hal ini disebabkan oleh perbedaan signifikan antara standar akademis dan standar profesional industri penyiaran.
“Kami menemukan bahwa mahasiswa kami memiliki dasar teori yang kuat, namun kurang terekspos terhadap dinamika real industri penyiaran modern yang bergerak cepat dan kompetitif,” ungkap Dr. H. Syamsu Rahman, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Unismuh Kendari, dalam wawancara eksklusif pada 7 April 2026.
Kondisi ini mendorong pimpinan universitas untuk secara aktif mencari mitra dari industri yang memiliki visi yang sejalan. Pencarian ini membuahkan hasil positif ketika ketiga stasiun radio terkemuka di Kendari bersepakat untuk bergabung dalam ekosistem pembelajaran praktis yang inovatif.
Detail Kerjasama: Komitmen Konkret untuk Pengembangan Talenta
Dokumen kerjasama yang ditandatangani mencakup berbagai inisiatif konkret yang akan diimplementasikan dalam fase pertama selama 12 bulan ke depan. Pertama, adalah program magang terstruktur yang melibatkan sekurang-kurangnya 25 mahasiswa per semester yang akan ditempatkan di berbagai departemen stasiun radio mitra, mencakup newsroom, production, technical, dan creative departments.
“Setiap mahasiswa akan mendapatkan intensitas magang sebanyak 600 jam selama satu semester, dengan supervisor khusus dari masing-masing stasiun yang akan memberikan mentoring langsung,” jelas Budi Santoso, General Manager Kendari Ceria FM, salah satu stasiun radio mitra.
Kedua, kerjasama ini meliputi program pembelajaran bersama dengan menghadirkan praktisi profesional sebagai pengajar tamu di Unit Radio Kampus. Dalam skema ini, setiap stasiun radio akan mengirimkan minimal dua profesional per bulan untuk memberikan workshop dan mentoring kepada mahasiswa tentang berbagai topik, mulai dari teknik reportase, editing audio digital, hingga strategi digital marketing untuk konten audio.
Ketiga, adalah kolaborasi konten produksi. Unit Radio Kampus akan memproduksi beberapa segmen siaran yang akan ditayangkan oleh stasiun radio mitra, memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa tentang bagaimana konten akademis dapat diterjemahkan menjadi konten siaran yang menarik bagi publik luas.
Keempat, program beasiswa dan insentif kerja praktis. Masing-masing stasiun radio telah berkomitmen untuk memberikan tunjangan magang sebesar Rp 2.500.000 per bulan kepada mahasiswa peserta program, serta kesempatan kerja paruh waktu dengan upah kompetitif selama mereka masih menjalani pendidikan.
Kelima, pengembangan infrastruktur. Para mitra industri akan memberikan kontribusi peralatan dan software penyiaran terkini senilai total sekitar Rp 500 juta untuk meningkatkan fasilitas Unit Radio Kampus, sehingga standar teknis pembelajaran di kampus dapat selaras dengan standar industri.
Komitmen dari Pimpinan Universitas
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. H. Kasim Maupa, M.Sc., menyatakan antusiasmenya terhadap kerjasama ini dengan mengatakan bahwa langkah ini merupakan manifestasi konkret dari komitmen universitas terhadap pengembangan kurikulum berbasis industri.
“Kerjasama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen formal, tetapi merupakan awal dari transformasi paradigma pembelajaran kami. Kami percaya bahwa mahasiswa kami akan lebih siap menghadapi dunia kerja ketika mereka telah memiliki pengalaman praktis langsung di industri sebelum lulus dari universitas,” ujar Prof. Kasim Maupa dalam pidato pembukaan acara penandatanganan MoU.
Lebih lanjut, Rektor menambahkan bahwa kerjasama ini juga membuka peluang bagi para dosen Program Studi Penyiaran untuk melakukan penelitian terapan yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Kami akan memfasilitasi dosen-dosen kami untuk terlibat dalam penelitian yang berkaitan dengan tren industri penyiaran, audiens behavior, dan inovasi konten media audio di era digital. Hasil penelitian ini akan dikembalikan kepada industri mitra dalam bentuk insights dan rekomendasi yang actionable,” tambah Prof. Kasim Maupa.
Sementara itu, Dr. H. Syamsu Rahman menekankan bahwa kerjasama ini akan menjadi model yang dapat direplikasi untuk program studi lainnya di Universitas Muhammadiyah Kendari.
“Jika program kerjasama dengan industri penyiaran ini berjalan sukses, kami akan mereplikasi model yang sama untuk program studi jurnalisme, public relations, advertising, dan film production. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem pembelajaran yang komprehensif di mana setiap mahasiswa ilmu komunikasi kami mendapatkan exposure terhadap industri yang sebenarnya sebelum mereka lulus,” kata Dr. Syamsu Rahman.
Perspektif Industri: Kesempatan untuk Mengasah Talenta Muda
Dari sudut pandang industri, ketiga stasiun radio mitra juga mengungkapkan motivasi mereka yang mendalam dalam bergabung dengan inisiatif ini. Budi Santoso dari Kendari Ceria FM menjelaskan bahwa industri penyiaran di Indonesia saat ini menghadapi tantangan rekrutmen talenta muda yang qualified.
“Sering kali kami menerima aplikasi dari fresh graduate, namun mereka memerlukan waktu training yang cukup panjang sebelum dapat bekerja secara produktif. Dengan program ini, kami berharap dapat menemukan dan mengasah talenta yang sudah terlatih secara akademis dan memiliki dasar praktik yang kuat sejak masih menjadi mahasiswa,” papar Budi Santoso.
Senada dengan itu, Siti Nurhaliza, Direktur Operasional Radio Sultra Sejati, melihat kerjasama ini sebagai investasi jangka panjang dalam pengembangan industri media lokal.
“Industri penyiaran Kendari berkembang pesat dalam lima tahun terakhir, tetapi kami juga melihat bahwa talenta lokal yang qualified masih terbatas. Kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Kendari akan membantu kami membangun pipeline talent yang sustainable untuk pertumbuhan jangka panjang,” ujar Siti Nurhaliza.
Untuk Lembaga Penyiaran Komunitas Kendari (LPKK), yang memiliki fokus pada community radio dan program-program lokal, kerjasama ini dipandang sebagai kesempatan untuk berkontribusi pada pengembangan media alternatif yang lebih inklusif.
“Community radio memiliki peran penting dalam pemberdayaan masyarakat lokal. Dengan terlibat dalam program kerjasama ini, kami ingin berbagi pengetahuan kepada mahasiswa tentang bagaimana media lokal dapat menjadi instrumen untuk perubahan sosial yang positif,” kata Hermawan, Ketua Dewan Pengurus LPKK Kendari.
Dampak yang Diharapkan: Pengembangan SDM dan Dinamika Industri
Kesepakatan kerjasama ini diproyeksikan akan membawa dampak signifikan baik bagi universitas, mahasiswa, maupun industri penyiaran Kendari secara keseluruhan. Dari perspektif pengembangan sumber daya manusia, diharapkan bahwa mahasiswa yang mengikuti program ini akan memiliki tingkat employability yang jauh lebih tinggi setelah lulus.
Data internal Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan bahwa tingkat pengangguran lulusan program studi penyiaran dalam 6 bulan pertama setelah lulus masih berkisar 18 persen. Dengan program magang dan mentoring intensif melalui kerjasama ini, diharapkan angka tersebut dapat diturunkan menjadi 5 persen atau bahkan kurang dalam dua tahun ke depan.
Selain itu, para mahasiswa yang terlibat dalam program ini juga diharapkan dapat memiliki pengetahuan mendalam tentang dinamika industri penyiaran di era digital, termasuk pemahaman tentang podcast, streaming audio, dan konten audio di platform digital.
Dari perspektif universitas, kerjasama ini juga akan memperkaya kurikulum. Input dari praktisi industri akan membantu tim kurikulum untuk memastikan bahwa materi pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berevolusi.
“Kami akan melakukan review kurikulum setiap tahun akademik dengan melibatkan perwakilan dari ketiga stasiun radio mitra. Hal ini akan memastikan bahwa konten pembelajaran kami selalu sejalan dengan perkembangan dan kebutuhan industri,” jelas Dr. Syamsu Rahman.
Bagi industri penyiaran Kendari, dampak yang diharapkan adalah tersedianya pool talenta muda yang terlatih dan siap produktif, serta peningkatan kualitas konten yang dihasilkan melalui kolaborasi dengan Unit Radio Kampus.
Implementasi dan Timeline
Berdasarkan dokumen MoU yang ditandatangani, implementasi kerjasama akan dimulai pada bulan Mei 2026. Fase pertama akan fokus pada persiapan infrastruktur, finalisasi SOP untuk program magang dan mentoring, serta sosialisasi kepada mahasiswa tentang peluang yang tersedia.
Pada bulan Juli 2026, diharapkan sudah ada batch pertama mahasiswa yang mulai melakukan magang di ketiga stasiun radio mitra. Sementara itu, workshop dan seminar industri akan dimulai setiap bulan Agustus 2026.
Kolaborasi konten produksi direncanakan akan dimulai pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027, dengan target untuk memproduksi minimal satu program siaran per minggu yang akan ditayangkan oleh mitra industri.
Reaksi Mahasiswa: Antusiasme dan Harapan
Ketika diwawancarai setelah acara penandatanganan MoU, mahasiswa dari Program Studi Penyiaran Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan tingkat antusiasme yang tinggi terhadap peluang yang ditawarkan.
Rizqi Hanafiah, mahasiswa semester 6 Program Studi Penyiaran, mengungkapkan bahwa kerjasama ini adalah kesempatan yang telah lama ditunggu-tunggu.
“Selama ini, kami belajar menggunakan peralatan di Unit Radio Kampus, tetapi kami belum pernah merasakan bagaimana bekerja di stasiun radio profesional dengan deadline yang ketat, standar broadcasting yang sebenarnya, dan interaksi dengan publik yang lebih luas. Kerjasama ini adalah solusi sempurna untuk gap tersebut,” kata Rizqi dengan antusiasme.
Sementara itu, Putri Kusuma, mahasiswa semester 4, memiliki perspektif yang sedikit berbeda. Bagi Putri, kerjasama ini juga memberikan kejelasan tentang karir apa yang ingin ia kejar setelah lulus.
“Saya masih tidak sepenuhnya yakin apakah saya ingin menjadi reporter, anchor, atau producer ketika lulus. Dengan program ini, saya akan memiliki kesempatan untuk mencoba berbagai posisi di stasiun radio profesional dan menemukan passion saya yang sebenarnya,” jelas Putri.
Pandangan Akademisi dan Pakar Media
Untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas, redaksi juga menghubungi Dr. Sudarman, seorang pakar media dan dosen senior di Universitas Negeri Gorontalo, yang melihat inisiatif ini sebagai bagian dari tren positif dalam pendidikan media di Indonesia.
“Kerjasama antara universitas dan industri media adalah model pembelajaran yang sudah terbukti efektif di berbagai negara. Yang menarik dari inisiatif Universitas Muhammadiyah Kendari adalah bahwa mereka melibatkan tidak hanya stasiun radio komersial, tetapi juga lembaga penyiaran komunitas, yang menunjukkan komitmen terhadap ekosistem media yang lebih inklusif dan plural,” kata Dr. Sudarman dalam komunikasi tertulis.
Tantangan dan Strategi Mitigasi
Meskipun prospek kerjasama ini sangat menjanj